Categories
Berita Hiburan

Berkat Bukti Nyata Sentuhan Zinedine Zidane, Real Madrid Saat Ini Patut Dicap ‘Mampu Jadi Juara’!

Berikut ini berita datang dari Real Madrid dimana klub satu ini telah terlihat melakukan banyak perubahan yaitu jadi tim berbeda. Los Blancos terbukti mengetahui caranya menang meski tidak bermain cukup baik. Dimana mereka menunjukkan ambisi dan hasrat untuk jadi juara La Liga begitu besar dan sangat semangat.

Teranyar, Madrid berhasil tampil sepatutnya untuk mengalahkan Deportivo Alaves dengan perolehan tipis 2-1, yang di laksanakan pada hari Sabtu tanggal 30 November 2019. Zinedine Zidane selaku pelatih membuat sejumlah perubahan pada duel di Estadio de Mendizorroza.

Pelatih Real Madrid yang punya catatan sebagai pemain sepak bola kelas dunia, Zidane telah mengenyam banyak prestasi, di antaranya dua gelar Serie-A bersama Juventus, satu gelar Liga Champions dan satu gelar La Liga bersama Real Madrid. Zidane juga sukses mengantar Prancis menjadi juara dunia Piala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Bersama sahabatnya Ronaldo, Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Ia juga pernah meraih Ballon d’Or pada tahun 1998.

Seperti yang di ketahui pertandingan itu berjalan cukup sulit, cuaca tidak mendukung. Namun biar begitu, pemain berkebangsaan Spanyol, Sergio Ramos dan rekan pemain lainnya. Tetap bisa menemukan cara untuk melewatinya, bahkan berhasil untuk mengamankan tiga poin di stadion yang sulit.

Madrid versi inilah yang layak dianggap sebagai calon juara. Dan perkembangan Real Madrid benar-benar menunjukkan perkembangan yang begitu baik. Kira-kira mengapa demikian? Mengutip dari Marca, yuk kita bahas disini secara lengkap di bawah ini ya, Bolaneters!

Madrid yang Dahulu

Jika dilihat dari berbagai sisi, Madrid inilah yang pernah berjaya beberapa tahun lalu. Dan keberhasilannya ini begitu ditunggu-tunggu oleh para penggemar. Sang pelatih Zidane berhasil mengembalikan kekuatan Los Blancos.

Terlepas dari beberapa rotasi teknis, Zidane menurunkan staring XI yang diisi oleh beberapa mayoritas pemain terbaiknya. Dan dimana nama-nama yang baru bersinar musim ini, seperti dua pemain muda yaitu Fede Valverde dan Rodrygo Goes diistirahatkan.

Madrid seperti inilah yang layak jadi juara. Berbulan-bulan lalu, mereka bakal terpeleset pada pertandingan sulit di kandang Alaves ini. Namun, Madrid yang sekarang berjuang maksimal untuk membungkus tiga poin kontra Alaves yang bebal di kandang.

Kemenangan seperti inilah yang bisa jadi modal berharga meraih trofi. Madrid tidak perlu selalu bermain brilian, tetapi hanya perlu menunjukkan ambisi dan mental untuk tetap menjaga taktik selama 90 menit di setiap laga pertandingan berjalan.

Sentuhan Zidane

Kebangkitan Madrid ini tak lepas dari sentuhan sang pelatih Zidane pastinya. Dia berulang kali bicara soal skuad masifnya dan mengaku akan mengandalkan semua pemainnya. Zidane pun tak segan merotasi skuad dari satu laga ke laga berikutnya.

Juga, Zidane berperan penting dalam kebangkitan Isco. Setelah menepi cukup lama, Isco terbukti masih memiliki gerakan ajaib di lapangan dan masih layak dianggap sebagai pemain yang bisa membawa kemenangan bagi Real Madrid. Dia pun tampak ambisius untuk berkembang dan merebut tempatnya.

Satu hal lain yang patut diperhatikan adalah betapa pentingnya pemain berusia 21 tahun, Fede Valverde untuk Madrid yang sekarang. Dia dicadangkan pada laga ini, tetapi lini tengah Madrid jelas tak sama tanpanya. Ia saat ini menjadi salah satu kunci keberhasilan Real Madrid.

Zidane memainkannya menjelang akhir pertandingan dan hasilnya dia nyaris mencetak gol. Seperti yang di katakan jika Valverde adalah salah satu pemain kunci Madrid, juga karena Zidane.

Categories
Berita Hiburan

Ini Keputusan Yang Akhirnya Dikeluarkan Pimpinan Arsenal, Kira-Kira Apa Alasan Terkait Soal Unai Emery?

Seperti yang di ketahui baru-baru ini ada keputusan yang menjadi perbincangan dimana Arsenal memecat sang pelatih berusia 48 tahun, Unai Emery yang terbilang mengejutkan, meski sudah banyak yang menduga tetapi akhirnya keputusan tersebut di keluarkan banyak yang tidak menyangka. Pelatih asal Spanyol itu hanya bisa bertahan selama 18 bulan di Emirates stadium, namun kinerja Emery dianggap gagal dan tidak membuahkan hasil yang maksimal. Kini, Josh Kroenke akan jelaskan alasannya yang sudah kami rangkum didalam artikel kali ini.

Pada musim 2019/20 ini menjadi proses yang berjalan bak bencana bagi sang pelatih Emery. Dirinya di nilai mengalami kesulitan membentuk performa terbaik Arsenal sejak awal musim. The Gunners bermain tanpa taktik yang jelas, tanpa formasi yang pasti. Hal tersebut bisa dikatakan akibat dari Emery karena keputusan-keputusannya yang tidak masuk akal yang harus dirinya keluarkan.

Sampai sang pelatih ini disebut jika dirinya pun doyan membuat keputusan-keputusan aneh yang di luar dari pemikiran orang lain pada umumnya. Salah satunya seperti mencadangkan pemain tertentu, memainkan pemain muda pada laga penting, dan sejumlah keputusan taktik lainnya yang ia keluarkan.

Namun pada akhirnya, Emery harus berakhir dengan keputusan ia harus dipecat, sampai Freddie Ljungberg yang ditunjuk sebagai pengganti sementara sang pelatih. Lalu kira-kira apa alasannya ya? Yuk scroll informasi lebih lengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Khawatir

Sebelumnya, sebulan terakhir seiring banyak rumor yang beredar soal pemecatan yang menguat, namun pihak klub berulang kali memberikan suaranya lewat berita yang beredar jika membantah rumor tersebut dan menegaskan dukungan mereka pada Emery dengan penuh mendukung aksi pria yang sudah mempunyai satu orang anak ini. Dan sudah bisa di pastikan tampaknya posisi Emery aman.

Namun, ternyata sikap itu berubah drastis dan kenyataan harus di terima oleh Emery hanya dalam beberapa hari. Nah sebagai direktur klub, Josh Kroenke membuka suara dan tujuannya ini hanya ingin yang terbaik untuk klub.

Menurut Josh, pemecatan dilakukan karena Emery gagal mencapai tujuan yang ditetapkan klub, dan juga untuk menyelamatkan sisa musim Arsenal.

Kroenke juga berbicara mengenai pemilihan Ljunberg sebagai pelatih interim Arsenal. Menurutnya Ljunberg adalah orang yang paling tepat untuk memegang jabatan pelatih karena memiliki DNA Arsenal. Berikut ini ujar Josh.

“Seperti semua fans dan suporter kami di seluruh dunia, kami pun telah mengkhawatirkan rangkaian performa tim dewasa ini,” kata Josh dikutip dari Metro.

“Sebelumnya kami ingin mendukung Unai dan stafnya, sampai akhirnya kami memutuskan sudah waktunya membuat perubahan.”

“Pada akhirnya kami membuat keputusan itu pada bebreapa pekan terakhir, sebagai tim, saya sendiri, Raul, Vinai, dan Edu,” imbuhnya.

Tidak Mudah

Memecat Emery mungkin saja menjadi keputusan terbaik bagi tim, tapi Josh menegaskan keputusan itu tidak datang dengan mudah banyak proses yang di lewatkan. Dan yang pasti ada banyak hal yang dipertimbangkan, tarik-ulur pendapat, sampai akhirnya mereka bersepakat mengeluarkan keputusan soal Emery ini. Berikut ini lanjut dari Josh terkait hal tersebut.

“Itu keputusan yang sangat sulit. Pertama dan terutama, Unai adalah pria baik, seseorang yang sangat kami hargai. Etika kerjanya sehari-hari fantastis,” lanjut Josh.

“Pada akhirnya, kami mulai gagal mencapai sejumlah target yang telah ditetapkan. Kami masih merasa bisa mencapai beberapa target di antaranya musim ini, karena itulah kami memutuskan untuk membuat perubahan sekarang,” pungkasnya.

Categories
Berita Hiburan

Sudah Ada Fede Valverde, Benarkah Real Madrid Akan Beli Paul Pogba?

Apakah Real Madrid benar-benar perlu mendatangkan pemain dari klub Manchester United yang sudah berusia 26 tahun, Paul Pogba, meski telah memiliki pemain muda berkebangsaan Uruguay, Fede Valverde? Alih-alih berita mengatakan jika Real Madrid akan mengeluarkan dana sebesar 120-150 juta euro untuk mendapatkan gelandang terkenal MU itu, Los Blancos mungkin sebaiknya memilih mengembangkan Valverde.

Dilansir dari Marca, gelandang yang baru berusia 21 tahun itu telah jadi salah satu pemain terpenting sang pelatih Zinedine Zidane. Namun, gagasan Madrid membutuhkan gelandang baru itu masih ada, karena memang pada dasarnya sang pelatih Zidane pun kabarnya sudah mencintai Pogba.

Yang paling penting, Madrid dan sang pelatih Zidane harus sepakat, Pogba tidak akan mengambil tempat Valverde. Memang benar Valverde usia masih begitu muda 21 tahun, namun namanya tidak setenar Pogba, tapi justru itulah sisi istimewanya.

Yuk kita baca informasi lebih lengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

Gelandang Komplet

Berkaca dari pengalaman dan pada performa di lapangan, jelas Valverde menghadirkan dinamika permainan yang diinginkan Zidane dari Pogba. Valverde tidak hanya jago bertahan, dia pun mahir menjaga ritme.

Eks Penarol ini memang tampak tangguh dalam duel-duel fisik, tapi bukan berarti kemampuan lainnya buruk. Valverde justru dsudah membuktikan diri sebagai pemain yang layak membela Madrid, mungkin dalam waktu 10 tahun ke depan.

Tidak seperti pendapat umum, Valverde bukanlah gelandang defensif. Dia ingin membawa bola dan bermain, bisa mengirim umpan pendek dan panjang dengan presisi, tembakannya bagus, giat mencari bola, dan tidak kenal lelah di lapangan. Semangatnya patut menjadi contoh bagi pemain lainnya.

Kalau bisa di deskripsikan Valverde punya segalanya yang diantaranya yaitu kelincahan, kekuatan, dan kecepatan demi permainan tim.

Perkembangan Valverde

Faktanya, sejak Valverde jadi langganan starter, sejumlah lubang dalam permainan Madrid tertutup dengan baik. Misalnya saja kerapuhan pertahanan Madrid saat menghadapi serangan sayap.

Sejak kesempatan pertamanya, Valverde terus berkembang dan membuktikan diri jika memang dirinya layak menjadi pemain yang membawa kebaikan untuk tim. Dia ingin memastikan posisinya pada daftar starting line-up Zidane.

Kebijakan Madrid dalam mendatangkan pemain-pemain berbakat mulai membuahkan hasil, Valverde contohnya. Sekarang, Valverde hanya akan semakin baik dan terus berkembang.

Jika Los Blancos tidak menempatkan hambatan di jalan perkembangan Valverde, misalnya dengan membeli Pogba, sepertinya masa depan Madrid sudah cerah.

Percaya Diri

Di balik perkembangan pesat Valverde tidaklah mudah pastinya ada perjuangan dan proses yang di laluinya, namun perkembangan dengan pesat tersebut nyatanya ada peran Zinedine Zidane yang jeli membuat keputusan. Zidane mengaku hanya membuka jalan, Valverde sendiri yang bekerja keras dan mengarungi jalan tersebut. Sang pelatih sangat bangga akan rasa percaya dirinya.

“Dia [Valverde] ingin menunjukkan kualitasnya dan dia percaya pada dirinya sendiri. Dia sudah membuktikan betapa bagus kemampuannya dengan determinasi luar biasa, dia pun belajar dari rekan-rekan setimnya,” ujar Zidane di Realmadrid.com.

Categories
Berita Hiburan

Begitu Nyaman! David De Gea Sudah Menganggap Manchester United Adalah Rumahnya

Pemain yang sudah mau berusia kepala tiga puluh, David De Gea ini tampaknya bakal terus mengenakan kostum andalannya bernomor punggung 1 di Manchester United sampai akhir kariernya. Kiper Spanyol ini memasuki musim kesembilan sejak hengkang dari Atletico Madrid pada tahun 2011 yang lalu.

Dan berita teranyar, kabarnya De Gea meneken kontrak baru yang mengikatnya di Old Trafford sampai tahun 2023, minimal. Dirinya begitu excited dan juga mengaku bahagia selama berada di Manchester, baik dalam klub maupun di kota tersebut secara umum.

Dirinya berhasil konsisten dan juga komitmen jika kehadiran dirinya jelas merupakan kabar baik bagi Setan Merah. Di tengah inkonsistensi skuad karena proyek pembangunan, setidaknya ada kiper yang bisa diandalkan. Dan bisa menjadi kunci keberhasilan Manchester United.

Yuk kita cari tau bagaimana pendapat De Gea tentang MU dan kariernya selama ini. Scroll ke bawah ya, Bolaneters!

Seperti di Rumah

De Gea boleh jadi lahir di Spanyol, tapi dia merasa lebih nyaman di Manchester. Kiper yang usianya baru 29 tahun ini pernah dikritik ketika membela Timnas Spanyol, karena performanya ini dianggap tidak sebagus saat membela MU. Jelas saja hal tersebut di karenakan ia sudah nyaman berada di Manchester United, ia sudah menemukan titik ia bisa kontrol permainannya di MU.

Rasanya gimana gitu ya Bolaneters karena benar saja De Gea dikritik di negaranya sendiri, namun ia tidak bersedih hati karena tetap dipuji setinggi langit di Manchester. Situasi ini aneh, sebab itu De Gea merasa rumahnya ada di MU. Ia merasa usahanya lebih di hargai ketika ia berada di MU.

Namun semua itu tidak terlepas dari kehadiran sang pelatih Ole Gunnar Solskjaer yang menjadi penyebab utama de Gea bertahan. Solskjaer berhasil meyakinkan de Gea kalau ia masih menyandang status sebagai satu di antara kiper terbaik di dunia.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan de Gea tak pernah menjadi perhatian utama Solskjaer. Ia lebih memilih untuk membantu anak asuhnya untuk kembali bersemangat dan bangkit untuk bisa tampil maksimal. Berikut ini ujar De Gea merespon tanggapan tersebut.

“Sebenarnya, di sini [MU] saya merasa seperti di rumah. Ada masa-masa ketika saya di Spanyol dan saya sudah tidak sabar kembali ke sini, ke rumah, di Manchester,” ungkap De Gea kepada Sky Sports.

“Kami telah berada di sini selama bertahun-tahun dan saya merasa orang-orang lebih menghargai saya di sini. Saya punya banyak teman dan saya senang bisa menjadi bagian klub ini.” Tandasnya kembali.

Mengincar Trofi

De Gea mungkin sudah tidak bisa move on sepertinya ia begitu jatuh cinta pada MU, tapi bukan berarti dia puas berjalan di tempat. Bagaimanapun, dia berharap MU bisa berkembang dan meraih banyak trofi seperti sedia kala.

Namun, Solskjaer juga dikabarkan memberikan pengertian dan juga bisa di bilang menaruh harapan kepada de Gea kalau kesuksesan tidak bisa diraih dalam waktu semalam. Karena itu, Solskjaer meminta de Gea untuk menjadi bagian dari legenda klub kalau Manchester United kembali meraih kejayaan. Berikut ini sambung De Gea.

“Sudah sangat lama saya bermain di sini dan bukanlah hal mudah terus bermain di level tertinggi serta menjaga level itu,” sambung De Gea.

“Saya pribadi berharap kami bisa meraih lebih banyak penghargaan [trofi] beberapa tahun ke depan dengan bekerja keras dan bermain di level tinggi yang sama,” tandasnya.

Categories
Berita Hiburan

Data Dan Fakta Serie A: Parma vs AC Milan

Berikut ini kami akan membahas soal peringkat 12 AC Milan akan bertandang ke markas tim peringkat 8 Parma pada pekan ke-14 Serie A 2019/20, yang akan di laksanakan pada hari Minggu tanggal 01 Desember 2019. Berikut beberapa data dan fakta yang melatarbelakangi pertandingan di Stadio Ennio Tardini ini.

Dalam laga tandangnya melawan Parma di Serie A musim lalu, Milan cuma meraih hasil imbang dengan skor 1-1. Dimana Milan unggul lewat gol pemain berusia 24 tahun, Samu Castillejo menit 69, dan Parma membalas melalui tendangan bebas dari pemain berkebangsaan Portugal Bruno Alves menit 87.

Milan tak terkalahkan dalam 4 laga terakhirnya melawan Parma di Serie A (M3 S1 K0).

Milan tanpa clean sheet dalam 8 laga terakhirnya melawan Parma di Serie A.

Milan tercatat hanya kalah 1 kali dalam 6 laga tandang terakhirnya melawan Parma di Serie A (M3 S2 K1), yakni dengan skor 2-3 pada musim 2013/14.

Yuk kita scroll informasi lebih lengkapnya di bawah untuk mengetahui statistik yang lebih lengkap berikut ini:

Statistik Parma

Parma di Serie A musim ini: M5 S3 K5, gol 20-17.

Gol terbanyak untuk Parma di Serie A musim ini: Andreas Cornelius (5).

Assist terbanyak untuk Parma di Serie A musim ini: Dejan Kulusevski (5).

Dejan Kulusevski mencetak 3 gol dan 3 assist dalam 8 penampilan terakhirnya untuk Parma di Serie A.

Parma tak terkalahkan dalam 3 laga terakhirnya di Serie A (M1 S2 K0).

Parma cuma kalah 1 kali dalam 6 laga terakhirnya di Serie A (M2 S3 K1).

Belum ada hasil imbang dalam laga-laga kandang Parma di Serie A musim ini (M4 S0 K3): 0-1 vs Juventus, 1-3 vs Cagliari, 1-0 vs Sassuolo, 3-2 vs Torino, 5-1 vs Genoa, 0-1 vs Verona, 2-0 vs AS Roma.

Berikutnya: Parma vs Frosinone yang akan di laksanakan pada tanggal (06 Desember 2019 – Coppa Italia).

Statistik AC Milan

Milan di Serie A musim ini: M4 S2 K7, gol 12-17.

Gol terbanyak untuk Milan di Serie A musim ini: Krzysztof Piatek (3).

Assist terbanyak untuk Milan di Serie A musim ini: Davide Calabria, Hakan Calhanoglu, Suso, Lucas Biglia, Lucas Paqueta, Theo Hernandez, Rade Krunic (masing-masing 1).

Milan tanpa kemenangan dalam 3 laga terakhirnya di Serie A (M0 S1 K2).

Milan cuma menang 2 kali dalam 10 laga terakhirnya di Serie A (M2 S2 K6).

Milan cuma 1 kali clean sheet dalam 10 laga terakhirnya di Serie A.

Milan selalu kalah dalam 2 laga tandang terakhirnya di Serie A: 1-2 vs AS Roma, 0-1 vs AC Milan.

Belum ada hasil imbang dalam laga-laga tandang Milan di Serie A musim ini (M2 S0 K4).

Berikutnya: Bologna vs AC Milan yang akan di laksanakan pada tanggal (09 Desember 2019 – Serie A).

Categories
Berita Hiburan

Jose Mourinho Bantah Rumor Lakukan Negosiasi Dengan Arsenal!

Berita terbaru lagi-lagi datang dari pelatih anyar Tottenham Jose Mourinho dimana dirinya angkat suara dengan tegas untuk membantah kabar yang menyebut jika dirinya sempat menggelar negosiasi dengan Arsenal sebelum akhirnya menerima pinangan Tottenham. Dirinya sama sekali tidak melakukan hal yang di rumorkan tersebut. Dengan jelas dan tegas ia mengatakan jika semua itu tidaklah benar.

Pekan lalu, Mourinho diresmikan sudah ditunjuk menjadi manajer Spurs menggantikan mantan pelatih Tottenham sebelumnya yaitu Mauricio Pochettino yang beberapa jam sebelumnya dipecat. Sosok asal Portugal itu dikontrak selama tiga setengah musim lamanya.

Dan kabar lainnya Mourinho Untuk pertama kalinya sepanjang 2019/2020, klub London Utara meraih kemenangan secara beruntun dengan menekuk West Ham 3-2 dan mengalahkan Olympiacos dengan perolehan skor 4-2. Meskipun penunjukan Mourinho sebagai pengganti Mauricio Pochettino sempat menuai pro-kontra, nakhoda berkebangsaan Portugal itu berhasil mengembalikan rasa percaya diri pemain seperti Harry Kane dan kawan-kawannya.

Hasil-hasil positif yang diraih Mourinho bersama Tottenham di dua laga pertamanya bukanlah sebuah kejutan. Sekalipun Mourinho sangat jarang meraih kemenangan di dua laga pertamanya saat masuk sebagai pengganti pada tengah musim, dirinya datang saat Pochettino sudah kehilangan kendali dari ruang ganti The Lilywhites.

Lalu sampai sepekan berselang, kabar pemecatan pelatih kembali datang dari London Utara. Kini giliran Arsenal yang melengserkan sang pelatih Unai Emery dari kursi manajer. Dan posisinya untuk sementara digantikan oleh pria yang sudah mempunyai satu anak ini, Fredrik Ljungberg.

Penegasan Mourinho

Sempat muncul kabar yang menyebutkan bahwa sebelum menerima pekerjaan di Spurs, Mourinho sempat ditawari Arsenal untuk menggantikan Unai Emery. Namun kini Mourinho membantahnya semua pemberitaan tersebut karena tidak benar adanya dirinya hanya memilih Tottenham dan sebelumnya tidak tawaran yang lainnya. Berikut ini ujar dari Mourinho terkait hal tersebut.

“Tidak. Tidak. Tentu saja saya tak pernah membantahnya karena saya tak pernah membantah sesuatu,” ujar Mourinho seperti dikutip Goal International.

“Namun ketika saya membaca bahwa saya bertemu Mr Raul Sanllehi [petinggi Arsenal], itu tidak benar,” tegas Mourinho.

Soal Pochettino ke Arsenal

Informasi lebih lanjut lagi kabarnya Mourinho juga menyatakan tak terlalu mengurusi isu Pochettino bakal menjadi pengganti Emery di Arsenal. Dirinya pun ikut merasakan senang jika mantan pelatih Arsenal tersebut jika benar bisa masuk ke klub Arsenal. Bagi Mourinho, siapa saja manajer Arsenal, ia tetap siap melawan mereka. Dan justru ia harus fokus dengan timnya saat ini yang mempercayai dirinya untuk menjadi pelatih. Berikut ini ujar kembali dari Mourinho.

“Saya tak pernah menghadapi Pochettino dalam hidup saya. Tak pernah. Manchester United melawan Tottenham, ya, Tottenham melawan Chelsea, ya, tapi tak pernah saya menghadapi Pochettino,” tutur Mourinho.

“Jadi jika ia pergi ke Arsenal, jika dia pergi ke klub mana pun, maka tak akan pernah menjadi saya melawan dia. Saya akan melawan klub tersebut,” tukasnya.

Categories
Berita Hiburan

David Luiz Ungkapkan Rasa Minta Maaf Ke Unai Emery. Kira-Kira Kenapa Ya?

Berikut ini berita datang dari bek Arsenal yang sudah berusia 32 tahun berkebangsaan Brasil, David Luiz dimana dirinya buka suara dan meminta maaf kepada sang pelatih Unai Emery karena merasa ia dan rekan-rekannya menjadi penyebab mengapa sang bos dipecat dari kursi manajer The Gunners. Para pemain pun terlihat memang tidak mendukung kinerja Unai Emery namun caranya tersebut juga karena Emery dinilai tidak masuk akal dalam mengambil keputusan keputusan yang ia keluarkan untuk klub.

Seperti yang di ketahui performa buruk yang dikerjakan Arsenal belakangan ini membuat pihak manajemen akhirnya kehilangan kesabaran dan sepertinya sudah tidak ada kepercayaan dan ragu akan kinerja sang pelatih. Teranyar, The Gunners harus dipermalukan dengan kekelahan yang di peroleh melalui skor tipis 1-2 oleh Eintracht Frankfurt di kandang sendiri.

Arsenal kini tercatat tak pernah meraih kemenangan dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi, catatan terburuk mereka sebenarnya sudah tercatat sejak 1992 silam.

Sehingga tidak heran banyak pihak yang sudah menilai meragukan kinerjanya. Dan juga kabarnya banyak pihak mengangap Emery menjadi pihak yang patut disalahkan dari keterpurukan Arsenal saat ini. Eks pelatih PSG itu diklaim gagal membangun hubungan yang bagus dengan para pemainnya dan juga yang terpenting dengan para penggemar.

Tweet David Luiz

Namun ada sebuah ungkapan penyesalan yang di keluarkan lewat akun Twitter pribadinya, yaitu David Luiz dimana ia mengucapkan permintaan maaf sekaligus rasa terima masih kepada Emery atas perjuangannya selama ini. Ia di cemooh para fans juga tetap sabar dan tetap menerima. Berikut ini ujar suara David.

“Hari yang menyedihkan untuk semuanya, terutama karena kami mengecewakan Anda bos, maaf!” ujar David Luiz.

“Terima kasih kepada Anda dan staf yang luar biasa atas segalanya! Anda merupakan seorang pekerja keras, penuh gairah dengan sepak bola dan selalu menjadi contoh yang nyata,” tandasnya kembali.

“Tak masalah soal hasil akhir! Semoga beruntung di masa depan!”

Ucapan Perpisahan Ceballos

Kok bawa-bawa nama Ceballos ada apa ya? Namun kini ternyata tak hanya pemain yang tercatat pernah bermain untuk Vitória dan Benfica sebelum bergabung dengan Chelsea pada bulan Januari 2011. Bersama Benfica ia berhasil meraih gelar juara Super Liga Portugal dan Taça da Liga. Bersama Chelsea ia berhasil meraih gelar juara Piala FA dan Liga Champions UEFA pada musim keduanya.

David Luiz memperkuat timnas Brasil sejak tahun 2010 dan telah mencatatkan 33 kali penampilan hingga November 2013, yang diberitakan harus berpamitan dengan Emery lewat media sosial. Gelandang pinjaman dari Real Madrid, Dani Ceballos pun juga melakukan hal yang sama seperti David Luiz dirinya mengucapkan kata-kata perpisahan. Berikut ini ujar darinya.

“Coach, saya hanya ingin berterima kasih karena membantu saya selama kebersamaan kita. Saya mendoakan yang terbaik bagi masa depan Anda,” tandasnya.

Sebagai pengganti, Arsenal kabarnya telah menunjuk pria berusia 42 tahun, Fredrik Ljungberg  yang baru mempunyai satu orang anak ini sebagai manajer namun belum mutlak keputusan tersebut karena masih sementara sembari mencari nama lain untuk dijadikan manajer tetap.